Angka kejadian penyakit
ginjal kronik terus meningkat setiap tahun, baik di negara maju maupun negara
berkembang seperti Indonesia. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
komplikasi penyakit diabetes yang disebut penyakit ginjal diabetes (nefropati diabetik).
Berikut sekilas informasi mengenai ginjal dan penyakit ginjal diabetes.
Setiap orang mempunyai dua buah
ginjal.Masing-masing ginjal mengandung sekitar satu juta nefron—
gelung halus pembuluh darah
yang berfungsi sebagai filter (saringan) darah. Adanya diabetes dapat
menyebabkan kerusakan pada berbagai pembuluh darah tubuh, termasuk pembuluh
darah ginjal. Kerusakan ini terjadi secara perlahan, bertahun-tahun, namun
tanpa disadari terus berlanjut. Pada awalnya, akan terjadi kerusakan sistem
filtrasi (penyaringan) ginjal, sehingga terjadi kebocoran zat-zat penting yang
seharusnya tidak terbuang melalui urin, seperti protein, dari jumlah kecil (mikroalbuminuria)
hingga menjadi banyak (makroalbuminuria).Dengan berjalannya waktu, kerusakan
ginjal makin berlanjut; fungsi
ginjal menurun secara progresif dan tidak pulih. Selain itu, diabetes juga
menyebabkan gangguan pada berbagai sistem tubuh, seperti persarafan berkemih
yang akan menyebabkan gangguan mengosongkan kandung kencing. Keadaan ini dapat
mengundang infeksi yang
berulang pada saluran
kemih.
Gejala
Penyakit ginjal diabetes
pada awalnya tidak memberikan gejala dan sering tidak disadari.Gangguan ginjal
dini hanya diketahui dari pemeriksaan air seni (urin), di mana ditemukan adanya
protein yang keluar berlebihan di urin. Bila protein keluar cukup banyak maka
tampak urin seperti berbusa. Kemudian, akan
terjadi gangguan fungsi
ginjal untuk membuang sisa metabolism tubuh (waste product) yang ditandai
peningkatan ureum dan kreatinin di dalam darah.Keadaan ini pada awalnya juga tanpa
keluhan sama sekali. Seiring dengan makin beratnya gangguan fungsi ginjal,
kadar ureum dan kreatinin makin meningkat, maka mulai timbul keluhan mual, tidak
nafsu makan, lemas dan pucat (anemia), dan dapat disertai bengkak pada tungkai.
Pada sebagian besar pasien diabetes, disertai pula dengan peningkatan
tekanan darah (hipertensi)
dan kadar lemak darah (kolesterol dan trigliserida).
Pencegahan
Diabetes dapat dikontrol
dan penyakit ginjal diabetes umumnya dapat dicegah, terutama bila diketahui
sejak dini. Beberapa hal yang dianjurkan: memantau diabetes dengan mengontrol
kadar gula darah, baik
dengan diet maupun obat
penurun gula darah (minum atau suntikan insulin). Selain itu, mengontrol
tekanan darah secara ketat dan mengontrol kadar lemak darah. Tidak kalah pentingnya
juga untuk senantiasa menjalankan pola hidup sehat, seperti tidak merokok, berolahraga
teratur, dan menghindari
obat/jamu/suplemen tertentu
yang dapat mempengaruhi fungsi ginjal. Bila fungsi ginjal mulai menurun,
dianjurkan untuk mengurangi asupan protein, namun kecukupan protein esensial tetap
harus terpenuhi.
Apabila penyakit ginjal
sudah mencapai stadium lanjut (saat ginjal tidak lagi mampu berfungsi untuk
menunjang kehidupan yang
sehat), kadar ureum dan kreatinin darah meningkat, serta tes bersihan kreatinin
darah menurun (<15%),itulah yang dimaksud dengan gagal ginjal. Gejala yang
dijumpai tidak selalu sama pada setiap orang, mulai dari gejala yang ringan seperti
lemas, pucat, mual/ mutah, atau bengkak pada tungkai.Bila keadaan menjadi
berat, bisa timbul sesak napas, bahkan dapat pula terjadi kejang atau gangguan kesadaran.
Penatalaksanaan gagal ginjal memerlukan tindakan pengganti fungsi ginjal, yaitu
dialysis (cuci darah). Ada dua macam tindakan dialysis, dengan mesin (hemodialysis)
atau menggunakan selaput/membran di perut (peritoneal dialysis). Cara lainnya
dapat juga dengan tindakan transplantasi ginjal (cangkok ginjal). Tindakan mana
yang lebih tepat bagi seseorang yang mengalami
gagal ginjal ditentukan
atas dasar berbagai pertimbangan medis dan aspek psikososial. Komunikasi yang
baik dengan dokter dan dukungan keluarga amat diperlukan dalam mengambil
keputusan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar