Rabu, 24 Oktober 2012

Rahasia tetap cantik dan langsing usai melahirkan



Kehamilan adalah masa penantian yang menyenangkan sekaligus mendebarkan. Selama periode 9 bulan ini, tubuh perempuan terusmenerus beradaptasi untuk memberikan yang terbaik bagi bayi yang dikandungnya. Beberapa perubahan tersebut ternyata memberikan dampak kurang mengenakkan dari segi estetis, yang didominasi oleh perubahan pada kulit.

Selama hamil,terjadi perubahan pada tubuh wanita.Perubahan hormonal paling bertanggungjawab terhadap hal ini.Sebagian perubahan bersifat temporer dan dapat dihilangkan, namun sayangnya sebagian lagi tidak. Sangatlah bijaksana melakukan
tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko problem kulit yang tak diinginkan agar
selama kehamilan dan usai persalinan kulit tetap sehat dan cantik.

Perubahan Saat Hamil
Yang pertama, gangguan pigmentasi. Disebut juga mask of pregnancy. Kulit wajah (terutama pipi dan dahi) dan area lipatan tampak lebih gelap. Untuk mencegahnya, walaupun tak membantu sepenuhnya, tetap gunakan tabir surya minimal SPF 15 setiap hari. Hindari pajanan sinar matahari berlebihan. Tetap hindari penggunaan pemutih. Perubahan berikutnya, Stretchmark. Terjadi pada perut, paha atas, dan pinggul berupa garis-garis vertical kemerahan, menyerupai kulit pecah, yang kelamaan menjadi lebih putih dari kulit sekitar. Dapat disertai gatal. Untuk mencegahnya, hindari pertambahan berat badan berlebihan yang krim pelembab dengan efek anti stretchmark dapat dicoba sejak awal kehamilan. Perubahan yang terjadi dapat pula berupa kulit kering dan gatal. Pencegahannya, gunakan pelembab secara teratur. Gunakan sabun lembut dengan kandungan moisturizer yang tinggi dan kurangi penggunaan air hangat saat mandi. Guntinglah kuku dengan rapi agar tak melukai bila sampai menggaruk. Ada juga perubahan yang terjadi pada wajah dan kulit kepala lebih berminyak. Hormon progesteron menyebabkan produksi minyak wajah dan kulit kepala menjadi lebih banyak. Hal ini menyebabkan risiko jerawat (terlepas dari jenis kelamin anak), dan risiko ketombe menjadi lebih
tinggi. Pencegahannya, cucilah muka dengan frekuensi sedikit lebih sering dari biasanya, namun jangan terlampau sering yang menyebabkan wajah terlalu kering. Terakhir, varises. Peningkatan aliran darah memicu pelebaran pembuluh darah balik, terutama pada tungkai. Terlihat sebagai “urat” di area betis berwarna kebiruan yang berkelok-kelok. Dapat disertai nyeri. Pencegahannya, jangan berdiri/duduk terlalu lama, hindari peningkatan berat badan berlebihan, olahraga berjalan kaki secara teratur serta gunakan stocking antivarises (terutama bila anda cenderung mengalami varises).

Tetap Langsing
Untuk tetap langsing setelah melahirkan, prinsipnya mengatur keseimbangan antara asupan makanan (melalui diet) dan pengeluaran energi tubuh (dengan olahraga atau aktivitas fisik) serta harusdilakukan secara terusmenerus. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan program pelangsingan ini. Jika ibu masih menyusui, diet tidak dilakukan secara ekstrim, namun berpedoman pada kaidah gizi lengkap dan seimbang. Ada beberapa penelitian yang mengatakan, dengan menyusui tubuh membakar sekitar 300-500 kkal/hari yang setara dengan bersepeda selama 1jam. Pemilihan jenis makanan lebih banyak pada sayur, buah,karbohidrat kompleks, lemak skim dan sumber protein rendah lemak serta cukup cairan. Selain itu, hindari makanan cepat saji. Makanlah dalam porsi kecil dan sering (biasanya diberikan dalam 6x pemberian dengan 3x makan utama berupa sarapan, makan siang, makan malam dan 3x snack). Jika ibu sudah tidak menyusui dan tidak terdapat kelainan apapun, maka program penurunan berat badan samadengan wanita dewasa lainnya.

Diet menggunakan pedoman gizi lengkap dan seimbang serta memperhatikan kaidah 3 J, yaitu jumlah kalori yang dikonsumsi,jenis makanan, dan jadwal makan. Biasanya, perhitungan kalori berpatokan pada berat badan ideal yang ingin dicapai. Misalnya ibu dengan berat badan 75 kg (baru 3 bulan usai melahirkan) dan tinggi badan 165 cm serta berusia 27 tahun. Maka berat badan ideal sekitar 58.5 kg (perhitungan menggunakan rumus (TB-100) x 0.9). Dengan demikian jumlah kalori yang diperlukan sekitar 1500 kkal. Jadwal makan sebaiknya dibagi dalam porsi kecil dan sering.Lebih baik makan 5-6 kali dalam porsi kecil daripada makan 3 kali dalam porsi besar. Adapun contoh pembagiannya dapat mengikuti pola sebagai berikut: sarapan - snack pagi - makan siang – snack sore - makan malam serta snack malam (jika masih terasa lapar boleh ditambahkan). Dengan porsi sering, ibu tidak perlu menahan lapar lebih lama sehingga pembakaran kalori dapat berlangsung maksimal. Untuk olahraga, mulailah dengan latihan-latihan ringan seperti berjalan, bersepeda dan jogging. Lalu intensitas dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan kondisi tubuh. Jika timbul rasa tidak nyaman, maka olahraga harus dihentikan dan segera berdiskusi dengan dokter Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar