Kehamilan adalah masa
penantian yang menyenangkan sekaligus mendebarkan. Selama periode 9 bulan ini, tubuh
perempuan terusmenerus beradaptasi untuk memberikan yang terbaik bagi bayi yang
dikandungnya. Beberapa perubahan tersebut ternyata memberikan dampak kurang mengenakkan
dari segi estetis, yang didominasi oleh perubahan pada kulit.
Selama
hamil,terjadi perubahan pada tubuh wanita.Perubahan hormonal paling bertanggungjawab
terhadap hal ini.Sebagian perubahan bersifat temporer dan dapat dihilangkan,
namun sayangnya sebagian lagi tidak. Sangatlah bijaksana melakukan
tindakan
pencegahan untuk mengurangi risiko problem kulit yang tak diinginkan agar
selama
kehamilan dan usai persalinan kulit tetap sehat dan cantik.
Perubahan Saat Hamil
Yang pertama, gangguan pigmentasi.
Disebut juga mask of pregnancy. Kulit wajah (terutama pipi dan dahi) dan
area lipatan tampak lebih gelap. Untuk mencegahnya, walaupun tak membantu
sepenuhnya, tetap gunakan tabir surya minimal SPF 15 setiap hari. Hindari
pajanan sinar matahari berlebihan. Tetap hindari penggunaan pemutih. Perubahan
berikutnya, Stretchmark. Terjadi pada perut, paha atas, dan pinggul
berupa garis-garis vertical kemerahan, menyerupai kulit pecah, yang kelamaan
menjadi lebih putih dari kulit sekitar. Dapat disertai gatal. Untuk
mencegahnya, hindari pertambahan berat badan berlebihan yang krim pelembab
dengan efek anti stretchmark dapat dicoba sejak awal kehamilan. Perubahan
yang terjadi dapat pula berupa kulit kering dan gatal. Pencegahannya, gunakan pelembab
secara teratur. Gunakan sabun lembut dengan kandungan moisturizer yang
tinggi dan kurangi penggunaan air hangat saat mandi. Guntinglah kuku dengan
rapi agar tak melukai bila sampai menggaruk. Ada juga perubahan yang terjadi
pada wajah dan kulit kepala lebih berminyak. Hormon progesteron menyebabkan produksi
minyak wajah dan kulit kepala menjadi lebih banyak. Hal ini menyebabkan risiko
jerawat (terlepas dari jenis kelamin anak), dan risiko ketombe menjadi lebih
tinggi. Pencegahannya,
cucilah muka dengan frekuensi sedikit lebih sering dari biasanya, namun jangan
terlampau sering yang menyebabkan wajah terlalu kering. Terakhir, varises. Peningkatan
aliran darah memicu pelebaran pembuluh darah balik, terutama pada tungkai. Terlihat
sebagai “urat” di area betis berwarna kebiruan yang berkelok-kelok. Dapat
disertai nyeri. Pencegahannya, jangan berdiri/duduk terlalu lama, hindari
peningkatan berat badan berlebihan, olahraga berjalan kaki secara teratur serta
gunakan stocking antivarises (terutama bila anda cenderung mengalami varises).
Tetap Langsing
Untuk tetap langsing
setelah melahirkan, prinsipnya mengatur keseimbangan antara asupan makanan
(melalui diet) dan pengeluaran energi tubuh (dengan olahraga atau aktivitas
fisik) serta harusdilakukan secara terusmenerus. Ada beberapa hal yang harus
diperhatikan saat melakukan program pelangsingan ini. Jika ibu masih menyusui,
diet tidak dilakukan secara ekstrim, namun berpedoman pada kaidah gizi lengkap
dan seimbang. Ada beberapa penelitian yang mengatakan, dengan menyusui tubuh
membakar sekitar 300-500 kkal/hari yang setara dengan bersepeda selama 1jam.
Pemilihan jenis makanan lebih banyak pada sayur, buah,karbohidrat kompleks,
lemak skim dan sumber protein rendah lemak serta cukup cairan. Selain itu,
hindari makanan cepat saji. Makanlah dalam porsi kecil dan sering (biasanya
diberikan dalam 6x pemberian dengan 3x makan utama berupa sarapan, makan siang,
makan malam dan 3x snack). Jika ibu sudah tidak menyusui dan tidak
terdapat kelainan apapun, maka program penurunan berat badan samadengan wanita
dewasa lainnya.
Diet menggunakan pedoman
gizi lengkap dan seimbang serta memperhatikan kaidah 3 J, yaitu jumlah kalori
yang dikonsumsi,jenis makanan, dan jadwal makan. Biasanya, perhitungan kalori
berpatokan pada berat badan ideal yang ingin dicapai. Misalnya ibu dengan berat
badan 75 kg (baru 3 bulan usai melahirkan) dan tinggi badan 165 cm serta
berusia 27 tahun. Maka berat badan ideal sekitar 58.5 kg (perhitungan
menggunakan rumus (TB-100) x 0.9). Dengan demikian jumlah kalori yang diperlukan
sekitar 1500 kkal. Jadwal makan sebaiknya dibagi dalam porsi kecil dan
sering.Lebih baik makan 5-6 kali dalam porsi kecil daripada makan 3 kali dalam
porsi besar. Adapun contoh pembagiannya dapat mengikuti pola sebagai berikut:
sarapan - snack pagi - makan siang – snack sore - makan malam
serta snack malam (jika masih terasa lapar boleh ditambahkan). Dengan
porsi sering, ibu tidak perlu menahan lapar lebih lama sehingga pembakaran
kalori dapat berlangsung maksimal. Untuk olahraga, mulailah dengan latihan-latihan
ringan seperti berjalan, bersepeda dan jogging. Lalu intensitas dapat
ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan kondisi tubuh. Jika timbul rasa tidak
nyaman, maka olahraga harus dihentikan dan segera berdiskusi dengan dokter
Anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar